Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Hidup kok gitu-gitu aja ya?

Setelah 6 tahun lebih berstatus sebagai seeorang yang belajar psikologi, tahun ini aku akhirnya memberanikan diri untuk menemui psikolog. Awalnya merasa gengs, karena aku berpikir bahwa selama ini aku cukup bisa menghandle banyak hal, sampai aku dihadapkan dengan sebuah kondisi kelelahan berkepanjangan, merasa hidup gitu-gitu aja, dan aku sendiri nggak nyaman dengan itu semua.   Dengan mengalahkan berbagai macam kecemasan dan rasa ingin mundur, aku akhirnya sampai di meja konseling. Ngobrol banyak dengan psikolog, menguraikan apa saja yang aku pikir dan rasakan. Hingga sampai pada salah satu pertanyaan yang awalnya aku bingung jawabnya apa.  "Menurut Nunung, bernafas itu baik atau bagus?" Tanya psikolog. "Baik, mba" jawabku ragu. "Nah, iya. Tapi kita sering ngga sadar kalau itu baik saking biasanya kita lakukan. Coba kalau kita ga bernafas, apa yang terjadi?". "Kita bisa meninggal mba kalau ngga bernafas" jawabku.  Dari situ aku dapat poinya. ...

Tauladan Mama: Memberi Yang Terbaik

Pasal berkurban, selain totalitas dalam taat & persembahan terbaik keluarga Ibrahim. Kayanya, yang harus banget aku teladani ya Almh Mama. Ketika bersedekah, beliau selalu memberikan kepunyaan terbaiknya. Dalam beberapa kesempatan kudapati kakak sepupu yang baru menikah berkunjung kerumah, Mama akan memberikan beberapa perabotan dapur yang dipunya. Yang paling teringat, beliau memberikan salah satu wajan yang masih bagus yang baru dipakai beberapa kali. "Kenapa ngasi yang bagus sih? Padahal baru beli kemarin. Kan bisa ngasi yang lama aja, toh juga masih bisa dipakai. Biar yang bagus kita yang pakai aja" pikirku waktu itu, tapi tak sempat kuutarakan. Itu diantara dua wajan dengan ukuran dan jenis yang sama. Mama memberikan yang masih bagus, masih mengkilat, dan baru beberapa kali dipakai. Kejadiannya ngga cuma sekali, beberapa kali malah. Tapi sampai akhir, Aku tidak berkesempatan untuk bertanya langsung pada beliau. Setelahnya beliau akan beli wajan baru lagi. Nanti kalau...

Akhirnya Yudisium

Gambar
Jogja, 18 November 2022 Ternyata, setelah sidang lebih berat ya. Syarat administrasi yudisium cukup ribet. Sebulan waktu yang pas buat ngurus ini itu. Bolak-balik kampus 1 — kampus 3 dalam beberapa waktu cukup nguras emosi, waktu, tenaga, dan duit. Alhamdulillah Allah mampukan. Daftar yudisium di hari terakhir, berkejaran dengan waktu. Pemberkasa selesai H-3 yudisium. Qadarullah setelahnya jatuh sakit. Demam 3 hari yang hilang timbul, pusing & flu jadi mulai mikir yang aneh². Pagi hari 18 November baru tau kalau undangan yudisium itu jam 8 pagi. Maksain buat ikut meskipun rasanya mau rebahan aja. Padahal rencananya mau berobat ke dokter. Alhamdulillah nya, ada Maya yang mau nganterin sampe depan rektorat. Di ruangan cuma diem aja. Pas bagian nyanyi Hymne Psikologi lebih sedih karena ga kuat ikut nyanyi. Berharap bukan terakhir kalinya ikut acara resmi Psikologi. Alhamdulillah meskipun sambil pusing² di ruangan, masih bisa ikut acara sampai selesai. Sampai nyamperin Bu Santi (Dosen ...

Sidang #2

Gambar
Jogja, 18 Oktober 2022 Hari itu Jogja mendung seharian. Gerimis, hujan, berhenti sebentar, begitu hingga petang. Dalam hati sudah kepikiran langsung pulang setelah ujian. Tapi ngga nyangka sekali disamperin teman-teman yang MasyaaAllah sekali. Ada yang nyuri waktu di sela-sela kuliah/kerja, ada yang bela-belain datang dari Sedayu meski cuaca ngga mendukung, ada yang emang sengaja ngeluangin waktunya buat datang. Ku terharu. Jadi ceritanya Kami (aku dan Sila) membuka sidang offline teman-teman Psikologi Kampus 1. Lucunya, Kami tukeran DPS-Penguji. Sila yang pertama, disusul aku. Di foto itu, Sila nunggu hasil dan aku sebelum masuk. Setelah kami dinyatakan lulus, Alhamdulillah. Purwati, tim sukses hari itu. Terimakasih banyak sudah mau nemenin dari pagi, meski waktu magangnya disambi di perjalanan & di koridor depan ruang sidangku. Makasih banyakkk banget buat Purwati semoga Allah balas kebaikan yang jauh lebih baik😇 Inas & Retni, salah dua tim sukses selama perkuliahan...

Sidang #1

Gambar
 Jogja, 18 Oktober 2022 Jogja, 18 Oktober 2022 Hari itu, 18 Oktober 2022. Awan abu-abu menyelimuti langit Jogja. Seakan siap menumpahkan tangis membasahi bumi. “Langit boleh mendung, tapi kamu harus semangat” candaan Elma sewaktu pagi sebelum berangkat. Pagi itu, ditemani Purwati menembus jalan Ringroad Utara menuju Kampus 3. Sepanjang perjalanan aku menerka-nerka “Kejutan apa yang akan Allah kasi di depan nanti?”. Cemas akan suasana ujian cukup mengganggu sejak undangan sidang kuterima. Akan tetapi di perjalanan hari itu, aku cukup pasrah menembus hujan sembari berharap bisa sampai dengan selamat dan dilancarkan proses ujian. Sampai di kampus 3, ku cek satu persatu berkas-berkas ujian. Subhanallah, cetakan skripsi bahan belajarku beserta beberapa berkas lainnya hampir basah. Aku tersenyum pias. Berusaha menetralisir perasaan, menenangkan diri bahwa ini akan baik-baik saja. Alhamdulillah masih bisa dibaca, meski harus pelan-pelan kalau mau dibuka halaman demi halaman. Dan hing...

Cerita Bimbingan #2

  Jogja, 6 Juli 2022 “Sanadnya harus jelas” kata Bapak sambil tertawa saat bimbingan kemarin siang. Padahal di awal, beliau mengancam akan marah karena cara analisis data ku yang keliru. Tapi, beliau hanya menggertak. Layaknya seorang Ayah, beliau membimbing, menjelaskan lalu membiarkan anak bimbingannya bereksplorasi. Berhubung aku tipe anak yang bercerita, jadi semua ku ceritakan ke beliau selama proses skripsian. Sehingga ketahuan, dimana letak kekeliruanku. Padahal seandainya aku tidak terang²an, mungkin saja aku sudah penelitian minggu ini. Aku tidak menyesal, aku justru bersyukur. Jadi aku tahu harus memperbaiki darimana. Jadi tahu harus seperti apa jika nanti bertemu hal serupa. MasyaaAllah Sejenak aku berpikir. Bagaimana Bapak membimbing anak² bimbingannya. Beliau benar² mendidik dengan cara yang dewasa. Kami diberikan gambaran, kami diberikan kebebasan, dan kamu diberikan kepercayaan dalam menentukan setiap langkah dalam penelitian. Sejak awal beliau menekankan pada kehala...

Cerita Bimbingan #1

 Jogja, 21 Juni 2022 Jadi, ceritanya hari ini jadwal bimbingan offline. Kebetulan mau konsul alat ukur. Berhubung belum di kirim, jadilah periksa dulu kelengkapannya di depan ruang bimbingan. Entah gimana, filenya kok ga ketemu. Bisa jadi karena ngedit terus nyimpannya salah atau kehapus. Lupa juga nama file nya apa, mungkin karena atensinya kepecah kemana-mana. Qadarullah hilang beneran. Yaudah, mau gimana lagi kan? Memory kemudian me recall pertanyaan Ka Adhi Mohamad saat ditanya soal kegagalan di webinar beliau minggu lalu “Memangnya siapa kita ga boleh gagal?”. Hmmm iya ya, emang siapa kita gaboleh gagal? Manusia kan memang tempatnya salah, teledor, keliru, gagal, saling mengecewakan dan segala kelemahan yang ga mengenakkan lainnya. Bahkan untuk diri sendiri. Jadi nanya ke diri sendiri “emang kamu siapa ngga boleh teledor, Nung?” Hmman iya ya. Kan aku manusia juga. Saat inget itu, jadi mikir “Kapan lagi kan, Nung ngerasain kek gini?”. Ngerasain dinamika emosional yang bikin ngg...