Hari itu Jogja mendung seharian. Gerimis, hujan, berhenti sebentar, begitu hingga petang. Dalam hati sudah kepikiran langsung pulang setelah ujian. Tapi ngga nyangka sekali disamperin teman-teman yang MasyaaAllah sekali. Ada yang nyuri waktu di sela-sela kuliah/kerja, ada yang bela-belain datang dari Sedayu meski cuaca ngga mendukung, ada yang emang sengaja ngeluangin waktunya buat datang. Ku terharu.
Alhamdulillah yaaaa sudah bisa melewati tahap ini. Makasih untuk ngga nyerah melawan malas, lelah, dan bosan. Makasih udah berjuang. Jangan nyerah ya untuk hal-hal yang akan datang di depan🤗
Setelah 6 tahun lebih berstatus sebagai seeorang yang belajar psikologi, tahun ini aku akhirnya memberanikan diri untuk menemui psikolog. Awalnya merasa gengs, karena aku berpikir bahwa selama ini aku cukup bisa menghandle banyak hal, sampai aku dihadapkan dengan sebuah kondisi kelelahan berkepanjangan, merasa hidup gitu-gitu aja, dan aku sendiri nggak nyaman dengan itu semua. Dengan mengalahkan berbagai macam kecemasan dan rasa ingin mundur, aku akhirnya sampai di meja konseling. Ngobrol banyak dengan psikolog, menguraikan apa saja yang aku pikir dan rasakan. Hingga sampai pada salah satu pertanyaan yang awalnya aku bingung jawabnya apa. "Menurut Nunung, bernafas itu baik atau bagus?" Tanya psikolog. "Baik, mba" jawabku ragu. "Nah, iya. Tapi kita sering ngga sadar kalau itu baik saking biasanya kita lakukan. Coba kalau kita ga bernafas, apa yang terjadi?". "Kita bisa meninggal mba kalau ngga bernafas" jawabku. Dari situ aku dapat poinya. ...
Pahit manis sih pasti ya kan. Namanya juga SMA. Kata orang sih banyak kisah kasihnya gitu. Pahitnya berpisah dengan keluarga se-SMA, manisnya terlepas dari aturan sekolah yang mengikat. Aku lulus SMA 2018, selesai UNBK teman-teman pada sibuk ngurus langkah masa depan selanjutnya. Kalimat "Meskipun kita udah pada lulus, nanti kita kumpul-kumpul kaya gini lagi ya" terbukti hanya wacana belaka. Ngumpulin setengah nya saja susah sekali. Padahal belum pengumuman kelulusan juga. Yang lulus SNMPTN sibuk ngurus berkas daftar ulang, yang daftar militer sibuk persiapan, yang mau daftar SBMPTN & kedinasan sibuk belajar, yang mau kerja sibuk nyari kerja. Hemmm. . . Agenda kumpul pertama itu di hari acara perpisahan, dan nyatanya beberapa orang ga hadir. Satunya nikah satunya lagi sedang kerja di luar daerah. Agenda kumpul kedua di acara buka bersama dirumah Jelsqueen nya kelas. Dan itu kurang 10 orang yang hadir. Agenda kumpul ketiga di acara resepsi pernikahan ibu sek...
Assalamualaikum Chinguyaaa~ Wel kam bek tu may blog heheh. Udah kaya youtuber aja yak. Malam ini aku mau sedikit cerita tentang aku dan Jogja, berhubung hari ini anniversary satu tahun pertemuan kami :D Sebenernya dulu pernah kepikiran buat tingal di Jogja pas jaman kelas satu SMA. Waktu itu, salah seorang temannya kakak lulus SNMPTN di UGM. Gila, keren banget kan ya. Nah, sejak saat itu jiwa ambisiusku terpanggil buat lulus SNMPTN di salah satu PTN terbaik se-Indonesia itu. Salah satu cara yang aku yakinin bisa bikin tembus UGM ya belajar, pertahanin nilai, seperti tips yang diberikan kakak-kakak kelas yang lulus SNMPTN (banyak yang bilang untung-untungan juga sih). Seiring berjalannya waktu, aku malah pesimis. Merasa nilai gak bakal cukuplah, di Jogja nanti gak ada temenlah, gak ada keluarga lah, terlebih bapak juga sebenernya gak ngizinin buat kuliah di luar daerah, dan beberapa alasan lainnya. Akhirnya kuliah di Jogja ku kubur dalam-dalam, kemudian membelokkan...
Komentar
Posting Komentar