Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

#N Pemuda

Gambar
Pemuda akhir zaman Cikal bakal pemimpin masa depan Generasi penerus estafet kepemimpinan Di tangannya nasib ummat dipertaruhkan Sudah siapkah bekal menghadapai tantangan? Fitnah bertebaran Dimana-mana kemungkaran Musuh dan lawan susah dibedakan Lalu, masihkah mau dibutakan dunia? Tak menjaga, lisan, mata dan telinga Mempertontonkan aurat kepada dunia Menjual urat malu demi popularitas semata Bukannya menebar manfaat Malah melanggar syari’at Berbuat maksiat Tak memikirkan dampak dunia akhirat Hey para pemuda Sudahkah kita berfikir “Apakah yang sudah kulakukan untuk agama?” “Bukankah tujuan diturunkannya manusia untuk menjadi khalifah di bumi-Nya?” “Lalu mengapa aku hanya hanya mengejar kesenangan duniawi saja?” Bangkitlah wahai pemuda Berhentilah berleha-leha Manfaatkan masa muda Tegakkan islam di bumi-Nya

Tentang Hallyu

Gambar
Pict from: Om Google Annyeonghaseyo  Chinguyaaa Dari judulnya udah tau dong yang mau di bahas apa? Iyapsss. Tentang Korea Hayooo siapa yang seneng sama hal-hal yang berbau Korea? Yang nulis apa lagi :v dari jaman esde udah kenal korea-koreaan tapi sampai sekarang ngga bisa nulis hangeul apalagi baca *hiks  Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri (gaada yang nanya padahal). Saya adalah seorang Korean Addict, yang menyukai segala hal yang berbau Korea. Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang *eh terutama K-Pop dan K-Drama nya. Saya kenal K-Pop dari jaman esde, kemudian K-Drama nya sejak SMP. Suka duka menjadi Korean addict itu pernah saya alami. Dinyinyirin pernah, debat di sosmed pernah, nangis juga pernah. Seringkali saya kesal “Kenapa yang paling sering di nyinyirin itu K-Popers? Kenapa para pecinta Jejepangan alias Wibu nggak di nyinyirin juga? Terus yang suka Western, India juga nggak?”. Jawaban yang saya temukan sementara ini adalah karena par...

Curhatin #5

Suatu ketika di jaman alay (sekarang juga masih sih) aku pernah nge bc gitu di WA, bc nya tuh kaya pesan berantai gitu. Ngasih tantangan terus jawab pertanyaan “gimana aku di mata kalian”. Nah, salah seorang temenku jawab gini kurang lebih “girl with a big dream” ya aku terbang lah hahahaaa. Segitu ambisiusnya aku di matanya? Tapi pas aku mikir lagi, ya ternyata emang se ambisi itu sih hehee. . . dulu wkwk. Waktu itu lagi jaman-jamannya status hidup aku lagi digantung gitu. Maklum baru lulus SMA dan status mahasiswa belum aku dapat. Eyke tydac lulus SNMPTN pemirsahhhh *hiks. Lanjut SBMPTN alhamdulillah lulus, tapi jiwa ambisiusku belum padam, belum dapet di prodi impian. Jadilah mau survive dulu wkwkwk. Sementara beberapa teman memilih berbalik arah, menerima saja hasil SBMPTN meskipun tak sesuai target. Lah aku malah nerobos badai. “Impian tuh mesti di perjuangkan selama masih ada waktu dan kesempatan” gitu kira-kira motto hidupku waktu itu. Meskipun ada banyak suara sini...

#N Pilihan

Kita hidup diantara pilihan-pilihan Semua di tangan kita Semua kita yang menentukan Memang . . . Terkadang perlu menanyakan perihal pilihan-pilihan itu pada orang terdekat yang kita percayai Kita memerlukan saran dan masukan yang sekiranya dibutuhkan untuk mempertimbangkan pilihan mana yang akan kita ambil Tetapi tetap saja semua ada ditangan kita Mereka adalah perantara pemberi argumen-argumen yang akan menjadi bahan diskusi kita dengan diri kita sendiri Kadang hidup memang serumit itu Dihadapkan dengan berbagai macam pilihan Yang dibumbui dengan argumen-argumen penguat Yang tak jarang menemukan jalan buntu Kebingungan akan pilihan yang kita pilih Dengan segala macam resikonya Pilihan kita adalah keputusan kita Pilihan kita adalah tanggung jawab kita Pilihan kita adalah hasil dari buah pikiran kita Pilihan kita adalaha hasil diskusi hati, pikiran, dan ego kita Tapi yang harus adalah ...

#N Manusia

Manusia Ciptaan Allah yang sempurna. Tetapi bukan berarti makhluk tanpa dosa. Jadi, mengatakan "GAPAPA" itu terkadang perlu. Sebagai bentuk penerimaan dan perdamaian dengan masa lalu. Mengatakan "PASTI SELESAI" itu harus. Agar lebih kuat menghadapi sesuatu yang terlihat sulit dengan serius. Yahhh. . . Pesimis memang seringkali melanda jiwa. Apalagi bila harapan tak sesuai dengan realita. Disaat seperti ini, diperlukan pikiran positif menghadapi setiap peristiwa. Karena pada dasarnya logika manusia itu tak sama dengan logika Sang Pencipta.

#N Jogja

Gambar
‍‍Jogja Kota istimewa sejuta kenangan Kota pelajar yang sarat akan perjuangan Kota seni penuh irama tantangan yang mengiringi perjalanan Andai aku tak bertemu dengan kota ini,  mungkin aku tak akan kenal banyak orang-orang hebat. Mungkin aku tak akan kenal banyak orang-orang tulus dan ikhlas dalam berbuat. Mungkin aku tak akan lepas dari ketergantungan orang penting di kampung halaman. Dan, mungkin aku akan terus terjebak dengan tokoh masa lalu dalam ingatan. Jogja bukan hanya tentang ramainya Malioboro, atau indahnya Tugu Jogja di sore hari. Lebih dari itu, Jogja menyimpan kenangan pedih tak terperi Hingga bahagia yang membuat hati berseri-seri. Jogja memang berhati nyaman Keramahan penduduk yang mengawali perjumpaan Menyapa setiap insan di persinggahan jalan Menjadikan setiap dudut kota yang penuh kenangan Yang kan terus membekas dalam ingatan

Kenalan aja dulu, siapa tau nanti jatuh cinta?

Gambar
Baca aja dulu, siapa tau nanti bisa paham :D Mau cerita nih kawans, seringkali aku kalau memandang suatu hal itu dari satu sudut pandang saja. Dan itu biasanya tertanam kuat, dan kadang terkesan gak mau menerima nasihat, kritik, saran, atau pandangan orang lain *jangan ditiru yak. Terlebih jika first impression aku sama objek itu emang kurang sreg dihati. Tak jarang hal itu mempengaruhi pola perilaku dan interaksiku terhadap hal-hal yang bersangkutan dengan objek tersebut. Ada beberapa pengalaman menarik yang akhirnya sedikit demi sedikit mengubah sudut pandangku dalam menyikapi sesuatu. Akan aku ceritakan beberapa disini, yang mungkin diantara kita ada yang juga pernah mengalaminya hehe . . . Berawal dari masuk kuliah, merantau, dan banyak bertemu orang-orang baru dengan segala macam cerita dan sudut pandangnya. Untuk pertama kalinya memasuki kelas perkuliahan dan bertatap muka langsung dengan dosen. Rata-rata yang aku tangkap dari perkenalan mereka itu “Jangan memandan...

Oh Standar!

“Standar” adalah ukuran tertentu yang dijadikan sebagai patokan. Sedangkan “Masyarakat” adalah sekumpulan orang yang mendiami suatu wilayah tertentu dan menghasilkan suatu kebudayaan. Jadi, kira-kira standar masyarakat itu adalah suatu ukuran yang dijadikan patokan dalam suatu kebudayaan masyarakat tertentu. Terjebak standar masyarakat itu kadang memuakkan. Apa-apa harus sesui sama apa yang masyarakat inginkan, harus sesuai dengan standar ukuran di tempat mereka. Sementara, di setiap masyarakat memiliki aturan yang berbeda. Yakali mesti berubah tiap pindah tempat? Padahal kan hidup saya untuk Allah dan nantinya akan kembali ke Allah. Kenapa mesti repot dengan standar masyarakat? Ok, begini. Setiap kita, orang normal secara psikologis sudah di anugerahi kemampuan untuk beradaptasi. Terlepas dari kemampuan adaptasi yang cepat dan terkesan mudah, maupun biasa-biasa aja. Manusia sebagai individu pun butuh akan eksistensi. Butuh di akui keberadaannya oleh orang lain. Nah, untuk ...