Curhatin #5



Suatu ketika di jaman alay (sekarang juga masih sih) aku pernah nge bc gitu di WA, bc nya tuh kaya pesan berantai gitu. Ngasih tantangan terus jawab pertanyaan “gimana aku di mata kalian”. Nah, salah seorang temenku jawab gini kurang lebih “girl with a big dream” ya aku terbang lah hahahaaa. Segitu ambisiusnya aku di matanya? Tapi pas aku mikir lagi, ya ternyata emang se ambisi itu sih hehee. . .
dulu wkwk.

Waktu itu lagi jaman-jamannya status hidup aku lagi digantung gitu. Maklum baru lulus SMA dan status mahasiswa belum aku dapat. Eyke tydac lulus SNMPTN pemirsahhhh *hiks.

Lanjut SBMPTN alhamdulillah lulus, tapi jiwa ambisiusku belum padam, belum dapet di prodi impian. Jadilah mau survive dulu wkwkwk. Sementara beberapa teman memilih berbalik arah, menerima saja hasil SBMPTN meskipun tak sesuai target. Lah aku malah nerobos badai. “Impian tuh mesti di perjuangkan selama masih ada waktu dan kesempatan” gitu kira-kira motto hidupku waktu itu. Meskipun ada banyak suara sini yang sempat menggoyahkan semangat seperti  “Udah lulus SBM malah gak sukur, padahal kan kursi yang di dapetin itu di impikan orang lain”, “buang-buang biaya aja buat daftar sana sini”, “orang udah capek-capek buat belajar SBM tapi tetep aja ga lulus. Kamu yang lulus malah sia-sia in”. Dan masih banyak lagi suara-suara yang cukup mengganggu.

Apa yang mereka ucapkan itu gak semuanya benar, dan bukan berarti salah juga tergantung kitanya nyikapin gimana, sudut pandang kita gimana. Berhubung waktu itu aku terlalu ambisius, jadilah suara-suara itu gak terlalu dipikirin. Ingat niat dan tujuan awal.

Tetapi aku ingin sekali bilang ke mereka satu-satu kalau semua orang itu punya hak masing-masing untuk memilih hidup seperti apa yang mereka inginkan. Setiap orang punya cara bersyukurnya masing-masing. Urusan rezeki itu juga sudah ada Allah yang ngatur, jangan malah menyalahkan orang lain. Seperti sebuah peribahasa mengatakan “Tak kan lari gunung di kejar”, kalau itu memang rezeki kita ya nggak akan jadi milik orang lain. Kalau memang di usahakan sungguh-sungguh nanti juga bakalan dapat.

Dengan banyak pertimbangan, akhirnya aku memilih untuk hijrah ke kota istimewa ini. Yogyakarta. Padahal, kuburan untuk berkuliah di Jogja udah aku kubur beberapa tahun lalu. Jadilah aku daftar SNMPTN  & SBMPTN ke salah satu kota di Jawa Timur. Dan dua-duanya gak lulus. Singkatnya sih, gagal masuk prodi impian 6 kali dengan berbagai jalur, hemmm. . .

Akhirnya, pilihan terakhir jatuh di Joga. Di salah satu PTS yang memiliki prodi impianku itu, terlebih akreditasinya sudah A selama belasan tahun. Oke, saatnya fokus dan lakukan yang terbaik. Kuliah bukan tentang “dimana” tetapi “bagaimana” kamu dalam menjalaninya.

Mulailah aktif  kuliah, dengan dibumbui beberapa kegiatan organisasi. Biar jadi mahasiswa produktif gitu. Tetapi ada yang mengganjal, aku belum bisa mengatur waktu dengan baik. Sehingga tak jarang rasa malas, lelah, jenuh menghampiri. Aku seakan lupa niatku menimba ilmu disini. Sampai suatu waktu aku ragu dengan niatku sendiri
“sebenernya kamu kesini ngapain sih?”
“Katanya mau begini kok malah begitu?”
“kemana niat awal kamu?”
“kok gak semangat kaya awal-awal?”

Aku seolah-olah berbicara pada diri sendiri. Terlebih pada saat itu kondisi fisik lagi ngedrop. Banyak hal yang sudah direncanakan tak terealisasikan. Aku semakin down. Banyak pikiran, merasa terbebani, seolah jiwa inferioritas menguasai. Aku seolah kehilangan jiwa kreatif. Mengurung diri di kosan, seolah menghindar dari dunia sosial.

Beberapa teori yang sudah ku pelajari seringkali terlintas. Aku tak bisa terus seperti ini. Aku harus bangun, aku harus bangkit, meluruskan niat awal yang mulai bengkok. Semangat! Jangan buat diri malu pada diri sendiri. Bermimpi tinggi, yang berbeda dari orang lain tapi tidak mau usaha. Sudah pantaskah? Oh diri, ayo bergerak. Jangan cuma diem-diem aja, rebahan, main hape yang seringkali unfaedah. Ahelahhhh. . .

Apapun halang rintangnya, mbok ya di hadapi. Kalau terus menghindar ya mana bisa di selesaikan?
Hemmm. . .

Semoga kedepannya bisa lebih menguasai diri. Pantaskan diri untuk mendapatkan apa yang pantas kamu inginkan. Berhenti mengeluh dan kerjakan.

Mohon doa semuanya semoga aku lancar dalam proses ini. Di kuatkan niat dan tekad kedepannya. Kan gak keren kalau malu-maluin diri pada diri sendiri. Sudah mimpi tinggi-tinggi tapi gaada action kan sama aja bohong. Dasar!

Hidup emang ga mudah, kalau mau mudah ya jangan hidup, eh tapi di akhirat nanti kan juga ga mudah apalagi kalau inget banyaknya dosa-dosa kita.
Oke, sekian dulu tulisan kali ini. Selamat dan semangat berproses Chinguyaaaaa . . .



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup kok gitu-gitu aja ya?

Realita Lepas SMA

How I Meet Jogja #1