Aku sendiri, tak ada yang menemani

Pernah ga sih ngerasa sendiri, ngga ada yang ngertiin, ngga ada yang peduli, dan ngerasa dunia ngga adil banget sampai ngga ada seorangpun di samping kita.

Padahal kondisinya lagi butuh banget seseorang untuk sekedar dengerin cerita. Mau marah tapi gatau sama siapa. Kadang malah kesel sama diri sendiri. Nyalahin diri sendiri karena merasa susah bergaul.

Mau mulai berteman, tapi takut ditolak. Takut dapat respon yang ngga sesuai harapan. Bisa juga takut karena pengalaman pertemanan masa lalu yang ga sehat keulang lagi. 

Mau cerita ke orang lain, tapi overthinking duluan kalau orang juga punya masalahnya sendiri. Takut nambah beban ke mereka. Efeknya bisa jadi mellow sendiri, tiba-tiba nangis sendiri. 

Sebetulnya, mereka ada. Hanya saja kita sering ngga notice. Kita terlalu takut memulai duluan. Takut kecewa. Atau takut ketahuan kalau kita lemah.

Padahal, manusia memang diciptakan sebagai makhluk individual, tapi juga makhluk sosial yang butuh kehadiran orang lain. Manusia juga diciptakan untuk saling tolong menolong juga menasihati dalam kebaikan. Dan manusia juga memang makhluk yang lemah, jadi ngga harus selalu terlihat kuat.

Berbagi beban dengan orang lain juga ngga selalu buruk kok. Kita jadi saling merasa, bahwa ada lho orang yang lagi berjuang juga. Ada lho orang yang sedang merasakan hal yang sama. Sehingga beratnya masalah bisa terasa lebih ringan.

Jadi, jangan takut membuka diri. Terima mereka yang hadir lalu ciptakan ruang berbagi.

Mungkin yang hadir tak sesempurna ekspektasi. Karena memang begitulah manusia diciptakan, punya lebih kurangnya sendiri-sendiri.

Pun jika kita benar-benar sendiri, tak juga kunjung menemukan orang yang se frekuensi. Ada Allah yang selalu ada dan memahami. Asal kita ngga jauh-jauh aja. "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat." (Al-Baqarah:186)

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup kok gitu-gitu aja ya?

Realita Lepas SMA

How I Meet Jogja #1