Amr bin Luhay
Amr bin Luhay
(Branding & Influencer Kemusyrikan Mekkah)
Dulu sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.,
masyarakat kota Mekkah masih meyakini sisa-sisa
ajaran Nabi Ismail, sampai munculnya seorang tokoh yang memiliki peran besar dalam menyebarkan kejahiliyahan bernama Amr bin
Luhay. Amr bin Luhay merupakan pemimpin Bani
Khuza’ah yang memerangi suku Jurhum, dimana suku Jurhum adalah penduduk asli Mekah yang juga merupakan keturunan
Nabi Ismail. Bani Khuza’ah mengusir suku
Jurhum dan menguasai Mekah selama kurang lebih 300 tahun.
Secara personal, Amr bin Luhay dikenal sebagai
sosok yang bijaksana, dermawan, peduli terhadap
urusan agama dan hampir dianggap sebagai seorang ulama. Hingga pada suatu ketika ia melakukan perjalanan ke Syam dan mendapati
masyarakat disana menyembah berhala. Karena
Syam merupakan negeri para nabi, ia kemudian berpikir bahwa penyembahan berhala yang dilakukan disana adalah
sebuah ajaran yang benar.
Amr bin Luhay kemudian membawa pulang
patung bernama Hubal dan meletakkannya di Ka’bah lalu mengajak orang-orang untuk menyembahnya. Orang-orang Hijaz
dan penduduk sekitar kota Mekkah lainnya pun
ikut menyembah berhala karena menganggap bahwa penduduk
Makkah merupakan pengawas Ka’bah dan orang-orang suci. Selanjutnya mereka juga menciptakan berhala-berhala lain seperti Latta
dan Uzza.
Tidak hanya itu, Amr bin Luhay juga
menciptakan tradisi dan upacara penyembahan berhala yang, seperti menunaikan
haji dan bertawaf di sekeliling berhala;
mengelilingi dan berdoa pada berhala; bertaqarrub
dengan mempersembahkan ternak dan hasil panen pada berhala; serta mengistimewakan
hewan-hewan tertentu sebagai berhala, seperti unta yang melahirkan sepuluh anak betina dan domba yang melahirkan
lima anak betina.
Hikmah
Dari kisah Amr bin Luhay kita dapat memahami
bahwa personal branding itu sangat berpengaruh
terhadap persepsi orang lain terhadap kita. Dengan personal branding seseorang
akan mampu mempengaruhi atau meng influence banyak orang dari setiap apa yang dilakukan maupun yang dipikirkan. Sehingga
dapat dikatakan bahwa Amr bin Luhay pada saat itu merupakan influencer Mekkah
yang mampu membuat masyarakat Mekkah manut terhadap apa saja yang dibawanya.
Dalam hal ini, sosok Amr bin
Luhay punya branding yang bagus di Mekkah saat itu sebagai seseorang
yang bijaksana, dermawan, peduli terhadap
urusan agama. Hingga sepulangnya dari Syam dan membawa berhala, ia dengan mudahnya mengajak orang-orang Mekkah untuk menyembah
berhala serta mengikut tradisi-tradisi
kesyirikan yang diciptakannya.
Branding juga ternyata bukan hanya tentang seseorang, tapi juga
tempat. Syam dikenal sebagai negeri para nabi sehingga dalam kisah ini, Amr bin
Luhay menganggap bahwa apapun yang dilakukan orang-orang disana merupakan
ajaran para nabi sehingga baik untuk diikuti. Masyarakat Hijaz dan sekitar
Mekkah juga menganggap bahwa kota Mekkah merupakan kota suci sehingga apapun
yang dilakukan orang-orang disana adalah hal yang baik dan benar.
Nah, sebagai warga bumi yang beriman, sudah
sepatutnya kita lebih selektif dalam mengagumi
atau mengikuti perilaku serta pemikiran para tokoh
publik atau informasi yang melanglang buana di
media. Kita perlu memiliki nilai yang kita pegang teguh sebagai selector
dalam merespon segala informasi yang kita terima.
Jangan sampai karena sebuah pemikiran/perilaku
yang dilakukan oleh idola kita terima mentah-mentah meskipun itu bertentangan dengan nilai-nilai yang kita yakini.
Misalnya gaya hidup hedonis para artis,
pemikiran feminis yang ramai dikampanyekan feminis, dan lain sebagainya.
So, be selective guys
Komentar
Posting Komentar