Psytory #2
Seminggu lalu, seorang adik melanjutkan bacaan Shirah yang sudah tertunda belasan hari. Setelah masa anak-anak, dilanjutkan dengan masa remajanya Rasulullah Saw.. Salah satu bagian menariknya adalah kisah perang fijar. Perang pertama yang diikuti Rasulullah Saw. saat berusia 15 tahun.
Dalam buku Sirah Nabawiyah tulisan Syekh Mubarakfuri hanya dijelaskan dalam satu paragraf. Namun, kisah ini cukup menarik perhatian, karena di dalamnya Rasulullah Saw. remaja ikut mengambil peran. Lantas apa menariknya? Apa pelajaran yang bisa diambil?
Waktu itu Rasulullah masih sangat muda. 15 tahun sudah dipercayakan ikut berperang. Turut berperan meski hanya sebagai pengumpul anak panah yang nantinya akan dilemparkan paman²nya ke pihak musuh.
Mungkin diantara kita ada yang berpikir "Apaan sih cuma ngumpulin anak panah doang". Hey, ini bukan hal sederhana. Dalam sebuah peperangan, perlu adanya kerjasama di semua lini. Seperti halnya sebuah event, ada divisi yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang acara, humas, perkab, dan lain sebagainya. Dan disini, Rasulullah remaja sudah dilibatkan. Diberi tanggung jawab dengan resiko yang cukup besar. Dipercaya dalam bertugas mengumpulkan anak-anak panah di medan peperangan. Dan disini juga Rasulullah dikenalkan dengan dinamika medan peperangan yang nantinya menjadi bekal menegakkan agama Allah setelah menerima risalah.
Tetapi mirisnya, zaman sekarang anak usia 15 tahun atau seseorang yang dikategorikan sebagai remaja banyak diragukan oleh lingkungannya. Masih dianggap sebagai anak-anak sehingga jarang diberi tanggung jawab penting. Masih dianggap anak-anak sehingga pendapat mereka tak di dengar, bahkan kurang dihargai. Jadi, tidak heran saat beranjak dewasa banyak diantara mereka merasa bingung dalam menentukan tujuan, bingung bagaimana berperan, dan banyak sekali yang merasa tak berharga.
Padahal di masa-masa itu remaja banyak mengalami perubahan. Baik fisik dan psikologis mereka berkembang yang menimbulkan banyak kebingungan. Sehingga sebenarnya perlu di edukasi dan pendampingan untuk menyiapkan mereka menghadapi kehidupan orang dewasa.
Oleh karenanya, jika menginginkan generasi penerus dakwah Rasulullah dengan kualitas diatas rata-rata. Kita perlu belajar dari kehidupan Rasulullah juga lingkungannya. Bagaimana lingkungannya mendidik dan memperlakukan nantinya membentuk kepribadian. Dan lingkungan yang sehat akan membentuk pribadi yang sehat hingga membawa manfaat.
"Semoga nyambung😁"
_______________________________________
Nung yang sedang belajar 😎
Komentar
Posting Komentar