Psytory #1

"Kisah masa kecil Rasulullah Saw. yang mana yang paling berkesan buat kalian?" tanyaku saat diskusi bersama dua orang adik petang kemarin. "Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Saw. oleh malaikat Jibril" jawab seorang diantara mereka. 

"Kenapa? Apa yang membuatmu merasa terkesan?" tanyaku kembali. Sang adik terdiam. Berpikir beberapa saat, namun tak juga menemukan jawaban. Yahhh kita seringkali terkesima dengan sebuah kisah namun tak pandai mengambil hikmah dibaliknya, apalagi di sesuaikan dengan kondisi saat ini. 

Sejujurnya, waktu sekolah aku paling tak pandai mengambil amanat dalam sebuah cerita. Karena bagiku itu terlalu abstrak. Pembuat soal menginginkan semua siswa menjawab hal yang sama, sangat tidak menghargai individual difference. Padahal setiap orang memiliki persepsi nya masing-masing yang terbentuk dari informasi dan pengalaman selama hidup mereka. 

Oke, kembali pada kisah pembelahan dada Rasulullah Saw.. Waktu itu Malaikat Jibril berkata "Ini adalah bagian setan yang ada pada dirimu" kemudian membersihkan bagian hitam pada jantung Rasulullah Saw. di sebuah bejana yang berisi air zamzam sebelum dikembalikan ke dalam dada beliau. Peristiwa ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam menyiapkan utusanNya yang akan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Lantas apa yang bisa dipelajari?

Selain menunjukkan kekuasaan Allah. Sejenak aku berpikir. Jika "bagian setan" yang dibersihkan Jibril dari jantung Rasulullah Saw., maka setiap manusia juga pasti memiliki bagian itu dalam dirinya. Sehingga tidak heran ada manusia yang berprilaku seperti "setan". Setan disini menunjukkan sifat. Karena dijelaskan dalam surah An-Nas bahwa setan itu dari golongan jin dan manusia. 

Jika merujuk pada teori psikoanalisa Freud, struktur kepribadian seseorang dibagi menjadi 3 yaitu Id, Ego, dan Superego. 

Id atau prinsip kesenangan. Merupakan dorongan dalam diri yang menuntut untuk segera dipuaskan (nafsu) tanpa peduli aturan (nilai, norma, hukum). Pokoknya senang weh. Yang kalau di turuti terus bisa mencelakakan kita, disini nih letak perilaku ke "setan" an manusia. Misalnya nafsu makan berlebihan & tidur berlebihan (bisa bikin males, ga produktif dan lainnya. Nafsu untuk mencuri, kalau dituruti bisa kena hukuman penjara. Ini nih bagian dari manusia yang kalau dituruti bisa menjerumuskan manusia dunia akhirat. Tapi tenang, Id juga ada yang masih dalam kategori wajar, misalnya naluri buang air, berkedip, menguap dan lain-lainnya (kan lucu ya, ngga kedip karena ada aturan gaboleh kedip).

Kemudian Superego atau prinsip moralitas. Merupakan pikiran tentang sesuatu sebagai yang benar dan yang salah, pantas tidak pantas, baik dan buruk sesuatu. Superego ini berisi nilai, norma, dan aturan yang dipegang seseorang sebagai hasil belajar dari orang tua maupun lingkungan. Singkatnya kebalikan dari Id. Yang kalau Id (nafsu) menuntut untuk mencuri, maka Superego yang akan menahan Id untuk melakukannya. 

Dan terakhir, Ego atau prinsip realitas. Penyeimbang dengan dunia nyata. Terbentuk dari hasil interaksi dengan dunia nyata. Yang menjadi eksekutor apakah manusia akan menuruti si Nafsu Ego atau si moral Superego. Apalagi jika mengingat bahwa tidak semua nafsu itu baik. Dan tidak semua Superego itu sesuai dengan kondisi manusia.

Oleh karena itu, sebagai muslim kita perlu merawat "Kesadaran" biar hidup ngga cuma sekedar hidup. Apalagi kalau sudah tahu bahwa memang dalam setiap diri manusia ada bagian yang berpotensi mengeluarkan perilaku "setan". Apalagi sewaktu-waktu bisa dilanda badai futur. Yok, bismillah banyakin kerja-kerja"Ketaatan" dan eratkan sabuk "Kepasrahan". 

______________________________________
Nungs yang sedang belajar 😎







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup kok gitu-gitu aja ya?

Realita Lepas SMA

How I Meet Jogja #1