Lebaran, Kurban Dan Kesehatan


Berbicara tentang idul adha pastinya tidak akan pernah terlepas dari kisah epic keluarga Nabi Ibrahim. Bagaimanan keihklasan menyelimuti keluarga mereka mengalahkan nafsu ingin selalu memiliki. Dan bagaimana mempersembahkan sesuatu yang paling dicintai untuk ketaatan kepada Allah. Kisah lengkapnya bisa di baca di Shirah, heheeh. . .

By the way, lebaran idul adha ngga cuma sekedar perayaan keagamaan biasa lho. Terlepas dari hikmahnya yang luar biasa, ada juga nih yang seringkali tak terekspos. Yaitu hubungan antara lebaran, kurban dan kesehatan. Apa aja tuh? Yuk simak sedikit ulasan berikut.

Lebaran merupakan momen dimana umat muslim saling memaafkan (ya meskipun meminta maaf tidak harus nunggu lebaran sih). 

Ketika memaafkan perilaku buruk yang pernah orang lain lakukan pada kita atau memaafkan kesalahan diri di masa lalu tanpa sadar dapat melepaskan segala beban emosi negatif dalam pada diri kita. Sehingga stres bisa berkurang dan mental menjadi lebih sehat. 

Kurban berbagi kebaikan
Berbagi kebaikan tidak hanya bermanfaat untuk orang lain tetapi juga diri sendiri. Bahkan penelitian yang dilakukan oleh University of British Columbia menemukan bahwa berbagi kebaikan dapat mengurangi kecemasan. 

Sejak penyembelihan hewan kurban hingga pendistribusian nya kepada para penerima dapat menimbulkan emosi positif dalam diri orang-orang yang terlibat. Perasaan bahwa "saya bisa bermanfaat" dapat meningkatkan kepercayaan diri, perasaan berharga dan InsyaAllah berpahala. 

Nah, ketika kondisi mental kita sehat dan sejahtera InsyaAllah akan mendorong terciptanya perilaku-perilaku kebaikan yang lain. Menciptakan produktivitas penuh arti dan melaksanakan aktivitas yang baik untuk kesehatan. 

Terakhir . . .
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1442 HIJRIYAH KAWAN
SELAMAT BERKURBAN DAN BERBAGI KEBAIKAN

Jika tak sanggup berkurban hewan
Tak apa berkurban perasaan 
Sembari berdoa dan gemukin tabungan
Mana tau tahun depan bisa berkurban hewan

Nungs yang sedang belajar 😎





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup kok gitu-gitu aja ya?

Realita Lepas SMA

How I Meet Jogja #1