Curhatin #1


Dapat dikatakan bahwa aku adalah tipe orang yang tidak bisa melakukan sesuatu tanpa orang lain, tanpa contoh orang lain, tanpa diajarkan orang lain. Ketika akan melakukan sesuatu hal yang baru, seringkali terselip rasa keraguan yang menumpuk dalam pikiran hingga keluar dalam bentuk menurunnya kondisi ketahanan fisik.

Seringkali meminta masukan dari keluarga memang selalu membuat diri semakin bingung.

“Terserah kamu. Kalau kamu sanggup buat mikirin, kalau sanggup ngejalanin, kalau kamu sanggup buat bagi waktu ya jalanin aja” begitu respon Bapak atau Kakak ketika kumintai pendapat.

Tetapi setelah proses pencapaian tujuan, lalu berjalan tak sesuai yang diharapkan maka akan keluar kalimat pamungkas berikutnya
“kan sudah dibilangin jangan begini, jangan begitu, blablabla........ gak nurut sih”

Ok fix. Dalam hukum keluarga (versi Nunung), anak memang selalu terlihat salah.
Begini memang kalau dibesarkan di keluarga yang demokratis tapi otoriter.
Jika dimintai pendapat bilang  “terserah”
Jika gagal dibilang “gak nurut”
Giliran berhasil, diem-diem bae -____-

Tetapi dari sini aku belajar, bapak memberi kepercayaan lebih. Mengajarkan untuk bertanggung jawab pada diri sendiri, atas keputusan yang sudah diambil dan menerima segala konsekuensi. Tidak terbuai oleh pujian. Dan pastinya mengajarkan aku untuk lebih tangguh lagi di masa mendatang. Apalah daya diri ini yang apa-apa selalu meminta mendapat, yang apa-apa selalu membutuhkan contoh, yang apa-apa selalu butuh untuk diajarkan.

Aku jadi merenung. Memang benar, yang paling tau akan kemampuan dan kapasitas diri adalah diri kita sendiri. Lalu apa jadinya jika kita sendiri saja tak mengenal diri sendiri?
jawab sendiri wkwkwk

Note: Tulisan di blog ini buat REMINDER DIRI SENDIRI, jadi jangan tersinggung. kalau seumpama isinya gak sesuai sama kamu anggap aja aku lagi NGOMONG SAMA DIRI SENDIRI jangan di ambil hati yak.

Krisan: (Ig) @baiqnunungfeni_


Nungs yang sedang belajar ðŸ˜Ž

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup kok gitu-gitu aja ya?

Realita Lepas SMA

How I Meet Jogja #1