Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Ketidakpastian

Catatan Agustus 2021 Apa yang paling sering membuat orang ragu untuk melangkah? Ketidakpastian. Sama sepertiku, sejak PPKM Darurat, kemudian PPKM level 4 yang diperpanjang tiap seminggu sekali membuat diri ini semakin bingung bagaimana melangkah. Terutama jika mengingat teman Kelompok KKN yang tengah berjuang di lapangan. Hari-hari menjadi tidak produktif, jadi jarang makan, pencernaan gak lancar, sampe haid pun terlambat. Begitulah salah satu contoh pengaruh kondisi emosional terhadap metabolisme tubuh. Ada dua hal yang bikin bingung banget. Pertama adalah tentang keberlakuan tes PCR.  Akhirnya, setelah berpikir panjang dan tanya sana-sini aku memilih untuk mengambil satu langkah maju. "Beli tiket aja dulu". Oke, karena kalau nggak ada langkah maju ya bakalan di situ-situ aja. Setelah beli tiket, langkah selanjutnya adalah memperkirakan waktu tes PCR sebagai salah satu syarat perjalanan. Jadi, selama PPKM, surat keberlakuan tes PCR itu dihitung sejak pengambilan sampel bukan...

Reading Journey

Waktu kecil, aku punya hobi baca. Tiep diajak ke pengajian sama Mamak selalu duduk di samping Supir bus. Selain karena Mamak takut mabuk, aku jadi senang bisa baca tulisan baliho² partai, iklan, dan lainnya di sepanjang jalan. Ya spontanitas aja, kayanya emang waktu itu lagi seneng²nya baca. Aku lupa kapan tepatnya bisa baca. Karena aku ngga sempat TK, jadinya belajar huruf sama Bapak. Di samping tempat tidur ditempelin poster angka dan huruf, dibawain buku tulis gambar anime warna biru buat latihan nulis, dibawain buku paket untuk anak SD yang sering ada cerita pendek, legenda & mitosnya, juga latihan² soal hitungan sederhana. Masuk SD udah bisa belanja buku sendiri. Beli kisah nabi, kisah surga neraka di penjual mainan keliling, dan paling seneng kalau ada bazar buku yang mampir ke sekolah. Excited banget ngambil brosur buku, nandain buku apa aja yang mau dibeli biar nyampe rumah langsung bilang ke bapak.  RPUL, Kisah Nabi, Cerita Rakyat, buku doa, cerita hari kiamat, kek ...

Aku sendiri, tak ada yang menemani

Pernah ga sih ngerasa sendiri, ngga ada yang ngertiin, ngga ada yang peduli, dan ngerasa dunia ngga adil banget sampai ngga ada seorangpun di samping kita. Padahal kondisinya lagi butuh banget seseorang untuk sekedar dengerin cerita. Mau marah tapi gatau sama siapa. Kadang malah kesel sama diri sendiri. Nyalahin diri sendiri karena merasa susah bergaul. Mau mulai berteman, tapi takut ditolak. Takut dapat respon yang ngga sesuai harapan. Bisa juga takut karena pengalaman pertemanan masa lalu yang ga sehat keulang lagi.  Mau cerita ke orang lain, tapi overthinking duluan kalau orang juga punya masalahnya sendiri. Takut nambah beban ke mereka.  Efeknya bisa jadi mellow sendiri, tiba-tiba nangis sendiri.  Sebetulnya, mereka ada. Hanya saja kita sering ngga notice. Kita terlalu takut memulai duluan. Takut kecewa. Atau takut ketahuan kalau kita lemah. Padahal, manusia memang diciptakan sebagai makhluk individual, tapi juga makhluk sosial yang butuh kehadiran orang lain. M...