Curhatin #4
Ia terdiam. Sudah tak mampu berkata-kata lagi. Kemarin ia menelpon orang rumah. Awalnya memang hanya iseng, ingin bercanda, lalu berubah serius yang tak pernah ia duga. Air mata nya mulai menetes. Tak tau harus bilang apa. "Baik, sepertinya memang harus aku sendiri" katanya dalam hati. Hari ini, ia menerima sebuah pesan mengejutkan. Kembali ia bingung harus dengan kata apa ia membalasnya. Dua orang yang dicintainya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Panutannya, tempatnya berkeluh-kesah, rumahnya, kini menjadi tak nyaman. Ia bingung harus bersikap seperti apa. Apatis tak mungkin, menyalahkan tambah salah, peduli? Ia tak tau cara yang tepat untuk menunjukkan kepeduliannya. Dua orang mengetuk pintu utama kamar kos nya. Dengan wajah ceria ia sambut sang tamu yang sudah ditunggu-tunggu. "Bagaimana kabarnya? MasyaaAllah akhirnya ketemu ya setelah sekian lama" katanya menyambut dua tamunya di depan pintu utama. "Maaf ya kamarnya rada beranta...